REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati tak sepakat dengan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden dengan dalih penanganan pandemi Covid-19. Dia menegaskan, supaya pemerintahan Presiden Joko Widodo menuntaskan pandemi pada waktu yang tersisa.
Khoirunnisa merasa heran bila jabatan Presiden Jokowi dipaksakan diperpanjang demi menangani Covid-19. Menurutnya, pemerintahan Presiden Jokowi mestinya bisa memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia saat ini hingga Pilpres 2024.
"Untuk perpanjangan masa jabatan tentu tidak relevan, apalagi jika alasannya untuk menangani Covid. Justru ini memunculkan pertanyaan, apakah pemerintah saat ini baru bisa menyelesaikan pandemi Covid dalam waktu yang cukup panjang? Kenapa pemerintah tidak memaksimalkan waktu yang ada," kata Khoirunnisa kepada Republika.co.id, Selasa (22/6).
Tidak ada komentar