REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, 52,9 persen responden menyatakan tidak setuju/sangat setuju Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden (capres) untuk ketiga kalinya pada Pemilu 2024. Sedangkan, responden yang menyatakan setuju Jokowi maju lagi menjadi capres terdapat 40,2 persen dan 6,9 persen menjawab tidak tahu.
"Ternyata yang mengatakan tidak setuju Pak Jokowi itu maju untuk ketiga kalinya, hanya 52,9 persen yang menyatakan tidak setuju," ujar Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando dalam rilis survei secara daring, Ahad (20/6).
Ade mengatakan, jumlah responden yang menyatakan tidak setuju Jokowi menjadi capres lebih rendah dibandingkan masyarakat yang menilai masa jabatan presiden hanya dua periode harus dipertahankan. Pada pertanyaan survei sebelumnya, 74 persen responden menilai ketentuan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mengatur masa jabatan presiden maksimal hanya dua kali periode harus dipertahankan.
Tidak ada komentar