Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia sukses mengantongi surplus neraca perdagangan secara kumulatif pada periode Januari-April 2026 sebesar USD 5,64 miliar atau Rp 100,66 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.850).
Deputi Badan Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menyampaikan, surplus tersebut masih didorong oleh kinerja positif perdagangan komoditas non migas yang terus berlanjut, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.
Tidak ada komentar