Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian menekan industri teknologi tanah air, khususnya pada sektor pengadaan perangkat keras.
Lonjakan harga komponen vital seperti memori yang sempat meroket dari kisaran Rp 400.000 hingga Rp 1,1 juta menjadi Rp 4 juta per unit, serta hilangnya sejumlah tipe prosesor di pasaran menjadi tantangan berat bagi pemenuhan kebutuhan infrastruktur digital nasional.
Tidak ada komentar