Liputan6.com, Jakarta - Indonesia sedang menghadapi ancaman gaya baru di era modern. Bukan lagi berupa agresi fisik atau perebutan wilayah, melainkan bentuk penjajahan digital yang menyasar cara berpikir, perilaku, hingga persepsi masyarakat. Dominasi algoritma media sosial kini secara perlahan mulai mendikte kehidupan sehari-hari generasi muda.
Peringatan keras tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. Ia menyoroti bagaimana masyarakat saat ini hidup di dalam ruang digital yang sepenuhnya dikendalikan oleh platform global. Dampaknya, batasan antara fakta, opini, dan manipulasi informasi menjadi kian kabur.
Tidak ada komentar