jpnn.com, JAKARTA - Rekor perombakan kabinet (reshuffle) sebanyak lima kali dalam kurun waktu 1,5 tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi sinyal belum solidnya kinerja tim eksekutif dalam menopang agenda besar pemerintah.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif SCL Taktika, Iqbal Themi, menyebut publik kini mulai mempertanyakan efektivitas kerja para pembantu Presiden dalam menerjemahkan janji-janji strategis pemerintah.
Tidak ada komentar