Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan dua kali dalam setahun diprediksi akan terjadi pada 2030. Meski terdengar asing, fenomena unik ini dapat dijelaskan secara ilmiah.
Menurut Guru Besar Fisika Teori Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Husin Alatas, dalam ilmu fisika, besaran waktu merupakan sebuah misteri yang belum dapat diungkap penjelasannya secara memadai, dan tampaknya tidak akan pernah bisa.
Tidak ada komentar