Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai tidak semata-mata dipicu sentimen global. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai terdapat faktor domestik yang ikut menekan pergerakan mata uang Garuda, terlihat dari kinerja rupiah yang tertinggal dibandingkan mayoritas mata uang Asia sepanjang tahun ini.
Menurut Josua, berdasarkan data pasar terbaru, rupiah telah melemah lebih dari 5% secara year-to-date. Sementara itu, indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) justru hanya menguat sekitar 0,9% dalam periode yang sama.
Tidak ada komentar