Liputan6.com, Jakarta - Industri asuransi jiwa mencatat sejumlah indikator positif pada kuartal I 2026. Di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung, minat masyarakat terhadap produk perlindungan jiwa dinilai tetap terjaga, tercermin dari pertumbuhan premi bisnis baru, meningkatnya jumlah tertanggung, serta bertambahnya nilai uang pertanggungan.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo Karsono mengatakan premi dari segmen individu masih menjadi penopang utama industri dengan nilai Rp 35,75 triliun. Meski turun tipis 2,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, segmen ini tetap menjadi basis terbesar perlindungan asuransi jiwa di Indonesia.
Tidak ada komentar