Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk “segera membatalkan” tindakan tarif sepihaknya dan berjanji mengambil “tindakan balasan yang tegas’ untuk melindungi hak dan kepentingannya sendiri. Hal ini setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan apa yang digambarkan oleh analis sebagai kenaikan tarif paling tajam dalam satu abad.
"AS telah menarik apa yang disebut tarif resiprokal atau tarif timbal balik berdasarkan penilaian subjektif dan sepihak, yang bertentangan dengan aturan perdagangan internasional dan secara serius merusak hak dan kepentingan yang sah dari pihak-pihak terkait,” ujar Juru Bicara Kementerian Perdagangan China dikutip dari CNBC, Kamis (3/4/2025).
Tidak ada komentar