Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus rekor baru di level Rp 18.049 per dolar AS memicu kekhawatiran terhadap ketahanan ekonomi domestik. Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Ishak Razak menilai pemerintah perlu belajar dari China dalam menjaga stabilitas mata uang melalui penguatan fondasi industri dan peningkatan cadangan devisa.
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memperkuat rupiah dalam jangka menengah hingga panjang sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Tidak ada komentar