Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan yang masih membayangi pasar keuangan global. Tekanan terhadap mata uang Garuda dinilai masih dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat perkembangan konflik di Timur Tengah.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa selain faktor eksternal, rupiah juga menghadapi tekanan dari meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) yang bersifat musiman.
Tidak ada komentar