PBB Serukan Pasokan Senjata ke Myanmar Dihentikan

PBB Serukan Pasokan Senjata ke Myanmar Dihentikan

Merdeka.com - Sekjen PBB Antonio Guterres pada Jumat (18/6) mendesak Majelis Umum yang beranggotakan 193 untuk memberitahu militer Myanmar bahwa demokrasi harus ditegakkan, tahanan politik harus dibebaskan dan pelanggaran HAM serta pembuhunan harus dihentikan.

"Kita tidak bisa hidup di dunia di mana kudeta militer menjadi sebuah norma. Sama sekali tidak dapat diterima," kata Guterres kepada awak media, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Sabtu (19/6).

Tidak ada komentar

Baca selengkapnya