REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Ersento Maraden Sitorus, meyakini, Joko Widodo menyiapkan sosok penggantinya yang akan bertarung di Pilpres 2024. Dia tak sepakat dengan wacana amandemen UUD 1945 guna memuluskan jabatan Presiden tiga periode.
Fernando menuding, pihak yang menginginkan Jokowi menjabat Presiden selama 15 tahun merupakan pihak-pihak yang ingin merubah tatanan demokrasi. Dia mengingatkan, pembatasan masa jabatan presiden selama 10 tahun untuk memperkecil peluang bagi penguasa untuk menyalahgunakan jabatannya.
"Kalaupun Jokowi dianggap berhasil menjalankan pemerintahannya selama ini pasti akan ada yang mampu menyamai atau bahkan lebih baik dari Jokowi," kata Fernando dalam keterangannya, Senin (21/6).
Tidak ada komentar