Liputan6.com, Jakarta - Pesatnya adopsi perbankan digital dan sistem pembayaran real-time di kawasan Asia Pasifik (APAC) bak pisau bermata dua. Di satu sisi, inovasi ini memanjakan nasabah. Namun di sisi lain, kawasan ini justru menjadi target utama kejahatan siber (hacker) global yang semakin canggih.
Mengutip studi keamanan State of the Internet terbaru dari Akamai bertajuk “AI-Empowered Botnets and API Visibility Gaps: Attack Trends in Financial Services," Sabtu (6/6/2026), sepanjang 2025, bank di kawasan APAC 'menyumbang' 52% dari total serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS) Layer 7 (aplikasi) global di sektor jasa keuangan.
Tidak ada komentar