Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin ingin menambah jumlah kereta di lintas KRL tujuan Rangkasbitung. Dia juga berencana merombak sistem persinyalan KRL untuk memangkas waktu tunggu atau headway antarkereta.
Dua hal tersebut diperlukan untuk mengurai kepadatan KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Mengingat okupansi puncaknya bisa mencapai 160% dari kapasitas rangkaian kereta.
Tidak ada komentar