Liputan6.com, Jakarta - Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas mengungkap dugaan prakrik ekspor di bawah harga pasar (Under Invoicing). Hal ini yang membuat negara mencatat potensi kerugian ribuan triliun rupiah.
Rohan menjelaskan, ekspor beberapa komoditas asal Indonesia sejatinya telah memiliki harga acuan yang jelas karena terdapat bursa dengan lingkup global. Namun, kerap ada praktik ekspor di bawah harga yang sudah ditetapkan itu.
Tidak ada komentar