jpnn.com, JAKARTA - Polemik yang pecah sepanjang pekan terakhir antara diplomat senior Dino Patti Djalal dan Istana Kepresidenan telah membuka sebuah pertanyaan yang jauh lebih besar dari sekadar soal frekuensi perjalanan dinas Presiden.
Namun, sejauh mana rakyat berhak mengetahui, mengukur, dan mengevaluasi cara pemimpinnya mengelola diplomasi atas nama mereka?
Tidak ada komentar