Liputan6.com, Jakarta Puasa Syawal, yang dilakukan selama enam hari setelah bulan Ramadan, tidak hanya memiliki nilai ibadah yang tinggi, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa, termasuk dalam memperlambat proses penuaan.
Salah satu alasan utama puasa dikaitkan dengan anti-aging adalah kemampuannya dalam mengaktifkan proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh yang membersihkan sel-sel rusak dan menggantinya dengan yang baru. Selain itu, puasa dapat membantu mengurangi stres oksidatif yang menjadi penyebab utama penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. Dengan menurunkan kadar insulin dan meningkatkan produksi hormon pertumbuhan, puasa juga membantu menjaga elastisitas kulit, memperlambat munculnya kerutan, serta meningkatkan fungsi sel-sel tubuh.
Tidak ada komentar