Suara.com - Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan siap menukar putranya dengan tentara Armenia yang ditahan di Azerbaijan setelah perang Karabakh kedua.
Menyadur Jam News Sabtu (12/06), pernyataan ini langsung memicu kemarahan di media sosial. Banyak yang menyerukan agar tak lagi menggunakan tahanan Armenia di Azerbaijan sebagai manipulasi politik pra-pemilihan.
Tidak ada komentar