Liputan6.com, Jakarta - Lanskap ancaman siber global kini telah berubah drastis seiring dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) oleh para pelaku kejahatan.
Perusahaan keamanan siber F5 Indonesia menegaskan bahwa strategi keamanan siber tradisional yang mengandalkan solusi terfragmentasi atau terpisah-pisah (silo solutions) sudah tidak lagi relevan untuk menghadapi serangan modern yang serba otomatis.
Tidak ada komentar