Cara Hacker Korea Utara Susup Perusahaan AS Demi Dana Nuklir

Cara Hacker Korea Utara Susup Perusahaan AS Demi Dana Nuklir

Liputan6.com, Jakarta - Modus operandi spionase siber Korea Utara kini semakin canggih dan sulit dideteksi. Laporan tahunan terbaru dari perusahaan keamanan siber CrowdStrike mengungkapkan hacker asal Korea Utara yang menyamar sebagai pekerja IT remote (jarak jauh) dan perekrut online mendominasi hampir separuh dari seluruh hands-on-keyboard (serangan siber langsung) di perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) sepanjang 2025.

Dalam periode pemantauan April 2025 hingga Mei 2026, kelompok peretas yang diidentifikasi CrowdStrike sebagai "Famous Chollima" bertanggung jawab atas 47 persen aktivitas siber yang disokong negara dengan target sektor teknologi.

Tidak ada komentar

Baca selengkapnya