jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi VII, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti serius krisis bahan baku plastik yang menekan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Lonjakan harga plastik yang mencapai 30 hingga 100 persen dalam beberapa pekan terakhir dinilai telah membawa UMKM ke dalam kondisi survival mode.
Kaisar menjelaskan, krisis ini dipicu oleh konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026, yang berdampak pada terganggunya distribusi bahan baku utama plastik melalui Selat Hormuz. Padahal, Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku plastik dari kawasan Timur Tengah.
Tidak ada komentar