Liputan6.com, Jakarta - Arus digitalisasi membawa tantangan besar pada kestabilan kondisi mental, khususnya bagi remaja di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, terdapat sebanyak 29 persen remaja dengan rentang umur 10 hingga 19 tahun mengalami gejala gangguan kesehatan mental.
Kepala Suku Dinas Jakarta Timur, dr. Herwin Meifendy mengungkapkan bahwa di Jakarta sendiri jumlah penduduk yang mengalami gejala kesehatan mental tidak sedikit,"Sekitar 5,91 persen penduduk DKI Jakarta mengalami depresi, dan sebanyak 0,44 persen ingin mengakhiri hidupnya."
Tidak ada komentar