Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan menjadi momen penuh makna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, perubahan pola makan dan jam tidur selama puasa dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi wanita. Salah satu permasalahan yang sering dialami adalah haid tidak lancar.
Mitra Dokter Spesialis Halodoc, dr. Gracia Merryane Rauw, Sp.OG menjelaskan bahwa di Indonesia, prevalensi wanita yang mengalami gejala haid tidak nyaman atau nyeri saat menstruasi berkisar antara 60-75 persen, terutama di kalangan wanita muda.
Tidak ada komentar