Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu pagi, (10/6/2026). Analis menilai, rupiah perkasa terhadap kurs dolar AS didorong kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang dinilai akan berdampak positif untuk fiskal pemerintah.
Mengutip Antara, rupiah naik 158 poin atau 0,88% menjadi 17.900 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 18.058 per dolar AS.
Tidak ada komentar