Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen ke level Rp 17.966 per dolar Amerika Serikat (AS), semakin mendekati ambang psikologis Rp 18.000 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman.
Tidak ada komentar