Liputan6.com, Jakarta - Pengamat ekonomi dari Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita menegaskan, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis moneter tahun 1998
. Meskipun ada kesamaan dalam pelemahan mata uang, faktor-faktor yang mendasarinya sangat berbeda. "Apakah mirip, sebenarnya enggak mirip. Jadi ini cuma kebetulan aja mata uangnya melemah," kata Ronny kepada Liputan6.com, dikutip Jumat (4/4/2025).
Tidak ada komentar