Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah menarik pembiayaan utang melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp 386 triliun hingga Mei 2026, seiring kebutuhan pembiayaan APBN yang masih mencatat defisit Rp 180,4 triliun atau setara 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, realisasi pembiayaan tersebut masih berada dalam koridor yang aman karena didukung stabilitas pasar obligasi dan minat investor yang tetap tinggi.
Tidak ada komentar