Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menilai, penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir merupakan sebuah anomali karena tidak sejalan dengan kondisi pasar. Menurut Amran, harga TBS seharusnya mengalami kenaikan seiring menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, yakni harga di tingkat petani mengalami penurunan.
"Ya anomali. Tulis anomali. Itu enggak harusnya tidak terjadi,” kata Amran di Kementerian Pertanian, Senin (8/6/2026).
Tidak ada komentar