Liputan6.com, Jakarta - Dua santri yang menjadi korban pembakaran di ponpes Lombok Tengah NTT, menunjukkan gejala trauma. Menurut tim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapinginya, dua santri tersebut menjadi takut terhadap keramaian dan sering lupa.
"Anak korban menunjukkan gejala trauma dan ketakutan terhadap keramaian serta sering lupa terkait detil kejadian," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini, Jumat (17/7/2026).
Tidak ada komentar