jpnn.com - Kritik terhadap film Pesta Babi disampaikan alumnus S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Singapura, Rico Marbun. Dia menilai pemutaran film dokumenter itu berpotensi digunakan sebagai instrumen untuk kampanye yang mengarah pada narasi disintegrasi Papua.
Hal itu disampaikan Rico setelah mencermati pola pemutaran film dokumenter itu menunjukkan gejala yang harus dicermati secara serius.
Tidak ada komentar