Liputan6.com, Gorontalo - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengangkat enam staf khusus dan tiga anggota tim komunikasi untuk mempercepat realisasi lima program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Langkah ini disebut-sebut sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan, namun menuai kritik terkait efisiensi anggaran.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Nusantara, Arlan, mempertanyakan urgensi kebijakan ini di tengah desakan penghematan anggaran yang ditekankan pemerintah pusat. Ia menilai tugas-tugas staf khusus sejatinya bisa ditangani oleh perangkat daerah yang sudah ada.
Tidak ada komentar