jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Efriza menilai pemilihan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke depan sebaiknya tidak lagi semata-mata didasarkan pada latar belakang pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol), melainkan mengedepankan rekam jejak, kompetensi, dan kepercayaan Presiden.
Menurut Efriza, transformasi menuju Polri yang modern membutuhkan perubahan perspektif dalam menentukan figur pemimpin.
Tidak ada komentar