Liputan6.com, Jakarta - Dalam riset terdahulu, Bank DBS melihat aset-aset berisiko sangat menarik untuk dikoleksi pada dua kuartal terakhir. Memasuki kuartal IV 2024 ini, pandangan tersebut belum berubah. Aset berisiko akan tetap berada di posisi baik untuk investasi karena penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) sebesar 50 basis poin.
"Gabungan antara pelonggaran suku bunga dan ketahanan ekonomi, disertai kemajuan teknologi yang mendorong peningkatan produktivitas, akan menguntungkan aset berisiko," jelas Chief Investment Officer Bank DBS Hou Wey Fook, dalam keterangan tertulis, Minggu (6/10/2024).
Tidak ada komentar