Liputan6.com, Jakarta - Digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar monopoli bisnis retail modern berskala besar, melainkan telah merambah hingga ke tingkat pedagang kaki lima. Langkah adaptif menuju ekosistem transaksi masa depan (future payment) ini nyata terlihat pada geliat usaha mikro di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu pelaku usaha yang sukses naik kelas melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital adalah gerobak buah bernama Buah Segar Lotis AA Kutudukuh.
Usaha yang biasa mangkal di depan Masjid Baitul Muhtadin, kawasan Kutu Tegal, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Sleman ini dikelola oleh Rizki Anggoro. Pria asal Kutu Dukuh, Sleman berusia 31 tahun tersebut telah mendedikasikan waktu selama 10 tahun terakhir untuk melayani kebutuhan vitamin warga sekitar melalui buah potong dan lotis segar. Namun, yang membedakannya dengan pedagang tradisional lain adalah keberadaan kode barcode QRIS dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang terpampang rapi di gerobaknya.
Tidak ada komentar