Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait pendaftaran CPNS kerap memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Fenomena ini menjadi perhatian serius, mengingat banyaknya calon pelamar yang berpotensi menjadi korban penipuan.
Modus operandi hoaks pendaftaran CPNS sangat beragam, di antaranya berupa pengumuman yang menyertakan link pendaftaran palsu. Para penipu memanfaatkan keinginan kuat calon pelamar untuk mengikuti seleksi dengan mengisi data pribadi, sehingga tidak jarang link tersebut mencuri data pribadi.
Tidak ada komentar