jateng.jpnn.com, SEMARANG - Penyebaran berita bohong atau hoaks masih menjadi ancaman serius di Jawa Tengah. Tidak hanya merugikan masyarakat, hoaks juga berpotensi merusak reputasi institusi pemerintah melalui berbagai modus, mulai dari akun palsu hingga informasi provokatif yang sengaja disebarkan untuk menyesatkan publik.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah Lilik Henry Ristanto mengatakan dampak hoaks saat ini dirasakan di berbagai sektor. Salah satu modus yang kerap ditemukan adalah penggunaan akun WhatsApp palsu yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.
Tidak ada komentar