Liputan6.com, Jakarta - Jalan Braga, jantung Kota Bandung, telah mengalami perubahan zaman selama berabad-abad. Dari jalan kecil yang berbahaya hingga menjadi pusat perbelanjaan bergaya Eropa dan kini menjadi destinasi wisata populer. Jalan Braga terletak di pusat Kota Bandung dan telah ada sejak masa pemerintahan Hindia Belanda.
Dahulu, Jalan Braga dikenal sebagai jalan sempit dan rawan kejahatan, bahkan disebut 'Jalan Culik'. Namun, pada akhir abad ke-19, jalan ini menjelma menjadi pusat perbelanjaan mewah bagi warga Eropa, khususnya para pengusaha perkebunan teh. Nama 'Braga' sendiri memiliki beberapa versi asal usul, salah satunya terkait dengan seorang penulis naskah drama, Theotila Braga. Perubahan signifikan terjadi setelah kemerdekaan Indonesia, Jalan Braga tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan budaya Bandung yang ramai hingga saat ini.
Tidak ada komentar