Liputan6.com, Jakarta - Saham perusahaan teknologi besar terpukul cukup keras, saat pasar memasuki mode aksi jual buntut pengenaan tarif impor baru oleh Amerika Serikat terhadap 180 negara.
Melansir CNBC International, Sabtu (5/4/2025) saham kelompok perusahaan yang dikenal sebagai Magnificent Seven telah mengalami penurunan selama dua sesi perdagangan terakhir, kehilangan nilai pasar gabungan sebesar USD 1,8 triliun.
Tidak ada komentar