Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen diperkirakan memberikan tekanan jangka pendek terhadap pasar modal Indonesia, terutama terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara historis kebijakan kenaikan suku bunga acuan kerap memicu koreksi terbatas di pasar saham. Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi perubahan psikologi pasar yang mendorong investor melakukan penyesuaian strategi investasi.
Tidak ada komentar