Merdeka.com - Militer Sri Lanka melakukan penyelidikan setelah unggahan media sosial menunjukkan sejumlah tentara memaksa warga minoritas Muslim berlutut di jalan sebagai hukuman karena melanggar lockdown.
Tentara bersenjata memerintahkan warga Muslim mengangkat tangan mereka sambil berlutut di jalan di kota Eravur, sekitar 300 km timur ibu kota Kolombo, seperti dilaporkan AFP melaporkan pada Minggu.
Tidak ada komentar