Liputan6.com, Bogor - Melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang digagas Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi bahan bacaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, tapi juga menjadi wadah yang berkontribusi menyejahterakan masyarakat.
Sejak 2018, Perpusnas telah melaksanakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang menyasar perpustakaan provinsi, kabupaten/kota, dan perpustakaan desa/kelurahan. Tercatat, sebanyak 2.900 perpustakaan sudah bertransformasi.
Tidak ada komentar