REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengajar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Noer Fauzi Rachman mengatakan di dalam penyebaran Covid-19, manusia menjadi pihak yang menularkan dan korban. Terkait hal ini, masyarakat harus diberi pemahaman mengenai komunikasi risiko dan sebab kemungkinan munculnya Covid-19 di antara mereka.
"Sebenarnya, apa yang menyebabkan penularan Covid-19 itu begitu besar antarmanusia? Perlu diketahui, bahwa ada perilaku yang mengabaikan risiko bahwa manusia itu terlibat dalam rantai penularan sebagai korban dan sekaligus sebagai penyebar," kata Fauzi, dalam webinar, Sabtu (19/6).
Salah satu penyakit yang juga ada di masyarakat hingga saat ini adalah malaria. Namun, penyebar malaria adalah nyamuk. Sementara Covid-19, manusia menjadi penyebar dan diperantarai oleh pengetahuan serta emosi berpikir yang mengabaikan risiko bahwa dirinya bisa menjadi penular atau penderita.
Tidak ada komentar