Suara.com - Ledakan yang disebabkan oleh bom mobil dan mortir di luar sekolah di ibu kota Afghanistan, Kabul, Sabtu (8/5/2021) waktu setempat menewaskan sedikitnya 55 orang dan melukai lebih dari 150, yang mayoritas adalah pelajar perempuan, kata para pejabat, dalam serangan yang dituduhkan Presiden Ashraf Ghani pada gerilyawan Taliban.
Dilansir dari lama Nikkei Asia yang mengutip Reuters, seorang pejabat senior keamanan tanpa menyebut nama mengatakan, bahwa sebagian besar korban adalah siswa yang keluar dari sekolah Sayed ul Shuhada, dan banyak yang terluka parah di rumah sakit.
Tidak ada komentar