Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mendapat tekanan baru untuk mengizinkan parlemen berkumpul kembali setelah penangguhan demokrasi pada bulan Januari lalu.
Menyadur Bloomberg Kamis (27/05), ia dianggap gagal mengatasi wabah Covid-19 di tengah meningkatnya kemarahan publik. Keraguan warga terhadap vaksin adalah salah satu indikator hilangnya kepercayaan terhadap pemerintah.
Tidak ada komentar