Liputan6.com, Jakarta - Maraknya aksi penipuan digital membuat pengguna internet harus semakin waspada setiap kali menerima tautan (link) dari email, SMS, atau pesan instan. Para pelaku kejahatan siber saat ini memanfaatkan berbagai cara, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk membuat pesan palsu yang terlihat sangat meyakinkan agar korban tanpa sadar mengeklik tautan berbahaya tersebut.
Menurut laporan BGR, dikutip Senin (13/7/2026), sebagian besar tautan jebakan sebenarnya dapat dikenali jika pengguna tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan. Kunci utamanya adalah tetap tenang, berpikir logis, dan memeriksa setiap detail secara saksama sebelum menekan sebuah link.
Tidak ada komentar