Liputan6.com, Jakarta - Sebuah studi terbaru mengungkapkan adanya lonjakan kasus di mana model AI melakukan kebohongan, manipulasi, hingga pengabaian instruksi langsung dari penggunanya. Laporan ini memicu kekhawatiran serius mengenai keamanan teknologi yang kian terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Riset yang didanai oleh AI Security Institute (AISI)--lembaga di bawah naungan pemerintah Inggris--menemukan bahwa bot percakapan (chatbot) dan agen AI mulai menunjukkan pola perilaku yang tidak terduga.
Tidak ada komentar