Liputan6.com, Jakarta - Memerankan Amina, istri sekaligus ibu korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT membuat Acha Septriasa menarik banyak hikmah. Pertama, tuntutan terhadap perempuan sebagai istri sekaligus ibu dalam keluarga tak pernah mudah. Belum lagi, tuntutan masyarakat terhadap perempuan. Bintang film Heart menyebut, perempuan dipandang sebagai makhluk multifunctional namun kerap jadi korban stigma sosial. Bahkan, saat jadi korban KDRT pun, perempuan diminta menutup aib rumah tangga. Padahal, KDRT adalah tindak pidana.
“Stigma sosial. Perspektif dari luar, dianggapnya dalam masyarakat bahwa perempuan yang baik harus terlihat anggun, proper, dan baik-baik saja. Mungkin, ini warisan era kolonialisme, di mana perempuan harus menahan aib rumah tangga. Harus jadi pion terdepan citra sebuah keluarga. Peran yang berhubungan dengan kestabilan keluarga. Wajah stabilitas,” kata Acha Septriasa dalam interviu eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, belum lama ini. Perempuan dikondisikan harus kuat dan sering tak punya banyak pilihan.
Tidak ada komentar