jpnn.com - Akademisi dan pemerhati sosial politik Prof. Sam’un Jaja Raharja menilai polemik terkait film Pesta Babi perlu dilihat secara jernih, proporsional, dan tidak emosional.
Dia memandang sebagai sebuah karya dokumenter, film tersebut tetap memiliki nilai sebagai ruang refleksi publik, namun harus dibaca secara kritis dan tidak dilepaskan dari data serta realitas lapangan.
Tidak ada komentar